SPPG Muntuk Berhenti Operasi Usai Video Pegawai Viral Ejek Korban MBG Karo - KONFIRMASI NEWS

Senin, 21 September 2026

SPPG Muntuk Berhenti Operasi Usai Video Pegawai Viral Ejek Korban MBG Karo

  


BANTUL – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dihentikan sementara setelah viralnya video seorang pegawai yang diduga mengolok-olok korban keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Penghentian aktivitas dapur MBG tersebut menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 29 detik yang beredar luas di media sosial memicu kecaman dari berbagai kalangan. Dalam video itu, seorang pria berinisial Gerard terlihat sedang menyantap chicken katsu sambil melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas dan dianggap menyindir salah satu korban keracunan MBG di Karo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas pelayanan di SPPG Muntuk sudah tidak terlihat sejak Jumat (18/9/2026). Sejumlah warga sekitar mengaku tidak lagi melihat kegiatan distribusi makanan maupun aktivitas para pekerja seperti biasanya.

Meski demikian, warga menyebut kepala SPPG masih sempat terlihat mendatangi lokasi pada Minggu (20/9/2026) sore. Namun hingga Senin (21/9/2026), pelayanan program MBG dari dapur tersebut belum kembali beroperasi.

SPPG Muntuk diketahui menjadi salah satu pusat distribusi Program Makan Bergizi Gratis yang melayani sejumlah sekolah di wilayah Bantul. Jangkauan pelayanannya disebut tidak hanya mencakup kawasan Muntuk dan Dlingo, tetapi juga beberapa sekolah di wilayah sekitar.

Selain melibatkan tenaga kerja lokal, dapur MBG tersebut juga mempekerjakan sejumlah pekerja dari luar daerah yang selama hari kerja tinggal di sekitar lokasi dan kembali ke daerah asalnya saat akhir pekan.

Pemkab Bantul Sebut Sedang Masa Cooling Down

Pemerintah Kabupaten Bantul membenarkan bahwa SPPG Muntuk saat ini tidak menjalankan aktivitas operasional. Namun, penghentian tersebut disebut sebagai bagian dari masa cooling down atau jeda sementara.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan bahwa untuk sementara waktu pelayanan di dapur MBG tersebut memang dihentikan.

“Untuk sementara sedang cooling down, jadi tidak beroperasi,” ujar Hermawan.

Meski demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai durasi penghentian operasional maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan terhadap SPPG tersebut.

Video Viral Picu Sorotan Publik

Video yang menjadi pemicu polemik itu memperlihatkan Gerard sedang mengonsumsi makanan sambil menyampaikan pernyataan yang kemudian dianggap sebagai bentuk candaan atau sindiran terhadap Febiona Purba, siswi SMK Bersama Berastagi yang disebut sebagai salah satu korban dalam kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo.

Setelah video tersebut viral, nama Gerard ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Warganet mempertanyakan sensitivitas dan empati terhadap korban, mengingat kasus keracunan MBG di Karo sebelumnya telah menjadi perhatian publik secara luas.

Viralnya video tersebut juga memunculkan sorotan terhadap pengelolaan program MBG, khususnya terkait etika dan profesionalisme pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan operasional SPPG Muntuk akan kembali berjalan. Pihak terkait juga belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil evaluasi internal maupun status pegawai yang videonya menjadi perbincangan publik tersebut.

Penghentian sementara operasional SPPG Muntuk menjadi perhatian karena dapur tersebut selama ini berperan penting dalam mendukung distribusi Program Makan Bergizi Gratis bagi ribuan pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul. Situasi ini sekaligus menambah sorotan terhadap pelaksanaan program MBG yang belakangan mendapat perhatian publik terkait aspek keamanan pangan, pengawasan, dan tata kelola pelayanan.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda