PADANG PARIAMAN — Duka menyelimuti SMKN 3 Kota Pariaman. Seorang siswa kelas X jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), *Al Farid Pratama Firensyah*, meninggal dunia setelah terseret arus di Pantai Desa Manggung, Kecamatan Padang Alai, Jumat (7/8/2026) sore.
Sebagai bentuk belasungkawa, jajaran sekolah melayat ke rumah duka di Nagari Koto Tinggi pada Sabtu (8/8/2026) pukul 09.00 WIB. Rombongan dipimpin langsung Kepala SMKN 3 Pariaman, *Alza Sofyan*. Dalam kunjungan itu sekolah juga menyerahkan santunan duka cita kepada keluarga.
*Kronologi: Terseret Saat Ombak Tinggi*
Insiden terjadi di luar jam sekolah, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu Farid bersama 3 rekannya mandi di Pantai Manggung.
Tiba-tiba gelombang meninggi dan arus kuat menarik tubuh Farid menjauh dari bibir pantai.
Ketiga rekannya panik dan sempat berusaha menolong. Namun kuatnya ombak membuat upaya itu gagal. Korban hilang terseret arus.
Warga yang melihat kejadian langsung melapor. *Tim gabungan BPBD dan SAR* tiba beberapa menit kemudian dan langsung melakukan penyisiran.
Sekitar satu jam pencarian, tubuh Farid ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya terjepit di antara susunan batu pemecah ombak _breakwater_ di bibir pantai.
*Baru Sebulan Pindah ke Kampung Halaman*
Farid merupakan remaja asal DKI Jakarta yang memilih pindah ke kampung halaman orang tuanya untuk melanjutkan sekolah. Ia baru satu bulan menimba ilmu di SMKN 3 Pariaman.
Jenazah almarhum kini disemayamkan di rumah neneknya di Nagari Koto Tinggi.
*Sekolah Ambil Langkah Preventif*
Menyikapi tragedi ini, Kepala SMKN 3 Pariaman *Alza Sofyan* memutuskan menunda kegiatan Latihan Dasar Disiplin Korp (LDDK) bagi siswa kelas X sampai waktu yang belum ditentukan.
Sekolah juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh siswa: *jangan beraktivitas di laut, sungai, dan pantai tanpa pengawasan orang dewasa, terutama saat cuaca tidak bersahabat.*
"Kami kehilangan anak yang baik. Ini pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada. Keselamatan siswa adalah prioritas," ujar Alza.
---
*PESAN MORAL UNTUK MASYARAKAT LUAS*
1. *Alam Tidak Bisa Ditawar*
Laut terlihat tenang, tapi bisa berubah ganas dalam hitungan detik. Jangan pernah meremehkan tanda-tanda alam. Jika ombak tinggi dan ada peringatan, jauhi pantai.
2. *Utamakan Keselamatan, Bukan Gengsi*
Mandi di pantai bersama teman memang menyenangkan. Tapi tanpa pengawasan dan alat keselamatan, 1 detik lengah bisa berakibat fatal. Ajak orang dewasa dan gunakan pelampung jika perlu.
3. *Edukasi Sejak Dini*
Orang tua, guru, dan sekolah punya tanggung jawab sama untuk mengedukasi anak tentang bahaya pantai, sungai, dan kolam. Jangan tunggu ada korban baru kita waspada.
4. *Hargai Nyawa*
Untuk para pelajar: bermain boleh, tapi ingat ada orang tua yang menunggu di rumah. Untuk masyarakat: jika melihat orang berenang di tempat berbahaya, tegur. Bisa jadi itu menyelamatkan 1 nyawa.
*"Satu nyawa yang hilang terlalu mahal harganya. Mari jadikan tragedi ini pelajaran agar tidak ada lagi Farid-Farid lain yang menjadi korban keganasan laut."*
Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga Al Farid dan keluarga besar SMKN 3 Pariaman. Semoga almarhum husnul khatimah, aamiin.
