JAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda masih berlangsung hingga Minggu (6/9/2026). Sejak erupsi pertama tercatat pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.22 WIB, gunung tersebut terus memuntahkan lava pijar, abu, dan asap vulkanik yang terbawa angin hingga ke wilayah Bogor dan Tangerang Selatan.
Merespons perkembangan tersebut, Badan Geologi Kementerian ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menaikkan status Gunung Anak Krakatau ke Level III atau Siaga terhitung sejak Minggu (6/9/2026).
Sebaran Abu Vulkanik Capai Bogor dan Tangsel
Data pemantauan BMKG menunjukkan kolom abu vulkanik terbawa angin ke arah timur laut. Dampaknya, hujan abu tipis dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Bogor dan Tangerang Selatan pada Minggu pagi.
“Erupsi masih bersifat menerus. Masyarakat diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu,” demikian rilis resmi BMKG, Minggu (6/9/2026).
Larangan Aktivitas dan Imbauan Kesehatan
PVMBG menetapkan radius berbahaya 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki dilarang beraktivitas di zona tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah terdampak juga telah mengeluarkan imbauan kesehatan. Mengingat abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan dan iritasi mata, warga yang beraktivitas di luar rumah wajib menggunakan masker.
Warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air, dan segera berobat ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi.
“Jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya. Pantau informasi resmi melalui kanal BMKG dan PVMBG agar tidak terjadi kepanikan akibat hoaks,” tegas BMKG.
Seluruh perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui situs resmi BMKG di http://www.bmkg.go.id dan PVMBG di http://www.vsi.esdm.go.id.
