JAKARTA — Ratusan senjata ditemukan di lingkungan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penemuan ini terungkap setelah adanya konflik internal di kepengurusan yayasan yang menaungi sekolah tersebut.
*What - Apa yang terjadi?*
Polisi menemukan total *995 unit airsoft gun*, *1 pucuk senjata api*, *4 senapan angin*, dan *4 laras senjata panjang* di dalam gudang sekolah. Selain itu juga ditemukan *3 airsoft gun* model FN90, AK-47, dan M4 Carbine, serta *2 linting diduga ganja* dan *1 paket diduga sabu*.
*Who - Siapa yang terlibat?*
Penemuan dilakukan oleh pengurus baru yayasan saat memeriksa ruangan yang sebelumnya terkunci. Kuasa hukum yayasan *Hermawanto* yang melaporkan ke polisi. Barang bukti senjata api ditangani *Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan*, sementara airsoft gun dititipkan di *Wasendak Polda Metro Jaya*. Dugaan narkotika ditangani *Satresnarkoba Polres Jaksel*.
*Where - Di mana kejadiannya?*
Di sebuah sekolah swasta di *Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan*.
*When - Kapan ditemukan?*
Proses pemeriksaan dan pelaporan dilakukan pada *Jumat, 7 Agustus 2026*, setelah pergantian kepengurusan yayasan.
*Why - Mengapa bisa ditemukan?*
Karena terjadi sengketa kepengurusan yayasan. Konflik dipicu dugaan penyalahgunaan dana yayasan untuk pembelian tanah pada 2013. Sertifikat tanah itu tercatat atas nama istri ketua pengurus lama, bukan atas nama yayasan. Karena sengketa itu, pengurus baru mendapat akses ke ruangan-ruangan yang sebelumnya tertutup.
“Kalau tidak ada sengketa kepengurusan, kemungkinan barang-barang itu tidak akan pernah ditemukan karena kami sebelumnya tidak memiliki akses ke ruangan tersebut,” ujar Hermawanto.
*How - Bagaimana prosesnya?*
Pengurus baru melakukan pemeriksaan aset yayasan. Saat membuka beberapa ruangan, mereka menemukan senjata dan narkotika. Temuan itu langsung dikoordinasikan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi lalu mengamankan barang bukti dan melakukan olah TKP. Hingga kini polisi masih menelusuri asal-usul, siapa yang menyimpan, dan siapa yang bertanggung jawab atas barang-barang tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar. Penyelidikan masih berlanjut untuk mendalami kemungkinan tindak pidana lain.
Tim Redaksi
